Langsung ke konten utama

ADA HIKMAHNYA :)

hi 2026, ini tulisan pertama ku ya?
ternyata susah meluangkan waktu menulis di blog huhu, maapin guys.

entah kenapa tiba-tiba aku terpikirkan di tulisan kali ini aku pengen berterima kasih sama 1 orang yg pernah selingkuhin aku belasan tahun lalu. sebut saja dia "M". makasih ya "M" sudah selingkuhi aku saat itu.

flashback sedikit dulu jaman sekolah aku pernah punya mantan yang pacaran > 5 tahun, orangnya baik humoris royal dan sangat effort padaku, ku pikir "dia lah jodohku, lalu aku bersandar padanya karena hampir semua mau ku mampu dia penuhi dan lakukan". karena segala greenflag yg ada pada "M" membuatku juga effort padanya dalam hubungan.

lanjut pada saat itu sedang KKN kampus, aku dan "M" berbeda fakultas dan berbeda lokasi kkn, ternyata "M" cinlok dengan teman 1 poskonya. ku tanya kala itu alasannya lalu "M" jawab "karena perempuan itu jago masak sedang aku tidak".

semenjak putus dari "M" kalau ada lelaki lain yg mendekati aku, selalu ku tegaskan "aku tidak tau & tidak suka masak, kalau keberatan hubungan ini tidak perlu dilanjut". saking sakitnya aku mulai benci apapun yang berhubungan dengan masak. intinya aku sudah tidak begitu effort lagi pada lelaki manapun, dan kabar baiknya endingnya "M" tidak menikah dengan perempuan yang jadi selingkuhannya kala itu, entah kenapa ada rasa puas tersendiri. HAHAHA

tapi kalau dipikir-pikir mungkin kalau aku dan "M" masih sama sampai sekarang, aku tidak akan menjadi perempuan tangguh seperti saat ini, saat itu segalanya ku gantungkan padanya bahkan semua harapanku. "itu kebodohanku bersandar pada manusia". jadi tau kan seberapa sakit pas diselingkuhin?

setelah momen di selingkuhi kala itu, aku benar-benar tak mau lagi bersandar pada lelaki manapun, walau "M" sempat meminta maaf dan mengajakku balikan tapi aku sudah tidak ingin. aku benar-benar trauma untuk dekat dengan pria baru saat itu.

mungkin setelah setahun baru bisa membuka hati. sebut saja dia "i". saat menjalani hubungan dengan "i" aku masih penuh rasa curiga, yang meresahkan "i" kala itu, sampai sy dan "i" memutuskan untuk mengakhiri hubungan saja setelah setahun bersama, karena "i" tidak sanggup menghadapi trauma rasa curigaku pasca pernah diselingkuhi.

aku ingat sekali nasehat "i" kala itu "bereskan dulu luka masa lalumu baru memulai hubungan baru". ada benarnya juga aku sudah memaafkan "M" saat itu tapi trauma ku masih terbawa sehingga mengganggu ritme hubunganku dengan lelaki manapun kala itu.

tidak bisa dipungkiri "i" pun sosok yang effort pada ku saat itu, yang dimana aku lagi proses mencari jati diri salah satunya tekadku mau mendapatkan pekerjaan tetap, "i" benar-benar support dampingi dan membimbingku jadi perempuan lebih baik dari sebelumnya agar bisa mendapatkan pekerjaan tetap. namun karena rasa curigaku yang berlebihan membuat aku & i berpisah kala itu. 

setelah itu aku dekat dengan beberapa lelaki lain namun tidak menarik hatiku, sehingga tidak ku lanjut lebih jauh. sampai akhirnya aku dipertemukan takdir dengan sebut saja "N"  yang sekarang adalah suami ku. 

aku baru menyadari ternyata effortku pun habis di orang lama, bukan karena tidak sayang pasangan / suami saat ini, tidak mungkin dong mau dijalani kalau tidak sayang, tapi effort membara ku memperjuangkan hubungan dan pasangan benar-benar di buat habis oleh "M".

jadi bukan hanya laki-laki saja ya yang bisa habis effortnya di orang lama, ternyata perempuan pun juga ada yang merasakannya.

pesanku buat kalian semua yang membangun hubungan "jangan bersandar pada pasanganmu atau menggantungkan harapan mu pada pasangan mu karena mereka juga manusia dan berpotensi mengecewakan, untuk menghindari hatimu terluka dan trauma, cukup bersandar pada Yang Maha Kuasa Allah SWT pemilik hati manusia dan kehidupan ini"

Sekian :)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakak baik.

Kakak. Hi kakak. Entahlah anda berusia brapa..setau sy anda lbh senior drpd sy. Makanya sy memanggil anda kakak. Apa yg kakak pikirkan tentang sy? Apa yg membuat kakak begitu baik ke sy? Apa yg membuat kakak begitu perhatian kpd sy? Apa yg membuat kakak begitu rela menunggu sy, org yg baru kakak kenal? Apa yg membuat kakak ingin berkorban hanya demi sy? Apakah kakak benar benar tulus? Apa yg kakak inginkan dr sy? Apa yg ingin kakak tanyakan kpd sy? Tanyakanlah kak. Sebisaku akan sy jwb. Kak. Sy hanyalah perempuan biasa. Tidak ada hal special di diri sy. Kecuali kakak menganggap dan merasa itu ada. Kak. Jujur saja sy begitu takut mencoba utk cinta lagi. Sy takut gagal dan sy takut patah hati. Kak. Maaf kak jujur sy belum mau ada yg menggantikan dia yg pergi. Sy biarkan tempat itu kosong. Kak. Jangan ambil tempat dia. Kakkkk...makasih banyak sudah mau memerhatikan sy. Sy jg tdk bs mengambil kesimpulan kakak menyukai sy. Sy tdk mau besar kepala. Tapi sy sgt berterima kasih...

Letter to My self.

dear me, I am sorry.... I'm sorry that you tried so desperately to fix others, when your own hands were shaking. I'm sorry that I didn't give enough time to heal, that I let you seal the wounds of everyone else whilst your own were bleeding. I'm sorry that there were days when smiling hurt but you forced yourself to laugh so that no one had to worry about you. I'm sorry that you gave all of your time and effort to people that didn't give same amount back. I'm sorry that there were nights when you cried yourself to sleep and no one bothered to understand why. And I am so sorry that I did not love you, like you deserved to be loved. :( -unknown-

tidak semua hal harus kamu jelaskan.

Assalamu alaikum wr wbr Hi, netizen yang budiman... Kali ini pengen sharing tentang apa itu "privacy". Privacy itu hal rahasia yang tidak harus kita jelaskan ke orang dan tidak perlu orang lain tahu. walaupun sedekat apapun kita dengan orang tersebut. Namun banyak yang salah memaknai ini. karena mereka pikir "dekat dengan kita" sudah jadi tidak ada sekat atau batas. padahal setiap orang punya privacy masing-masing. Hargai dan mengertilah itu. Sekiranya kamu pun punya privacy sendiri. Itu yg sangat ku sayangkan pada salah satu orang yang sudah lama ku kenal, ternyata lama itu tidak menjamin orang akan mengerti kita. Aku sama sekali tidak "KEPO" atau tidak mau tau segala hal apalagi yg privacy tentang hidupnya karena aku menghargainya. Berharap dia melakukan hal yang sama padaku, tapi ternyata tidak. Dia selalu ingin tahu dan aku merasa terganggu. Lalu ku gertaklah dia karena ku muak diperlakukan selalu harus cerita harus terbuka sama dia seda...